Sabtu, 05 Oktober 2013

ETIKA SEBAGAI TINJAUAN



PENGERTIAN ETIKA

Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.
Etika adalah seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang di anut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi.
Dari  sudut pandang Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1988) merumuskan pengertian etika dalam tiga arti sebagai berikut:
  • Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral.
  • Kumpulan asas atau nilai yang berkenan dengan ahklak.
  • Nilai mengenai benar dan salah yang dianut masyarakat.
Pengertian etika menurut para ahli:
  • Tahun 1953 Fagothey, mengatakan bahwa etika adalah studi tentang kehendak manusia, yaitu kehendak yang berhubungan dengan keputusan yang benar dan yang salah dalam tindak perbuatannya.
  • Pada tahun 1995 Sumaryono menegaskan  bahwa etika merupakan studi tentang kebenaran dan ketidakbenaran berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan melalui kehendak manusia dalam perbuatannya.
  • Bertens (1994) menjelaskan, Etika berasal dari bahasa Yunani ethos yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan. Bentuk jamaknya adalah ta etha artinya adat kebisaan, dari bentuk jamak inilah terbentuk kata Etika oleh filsuf Yunani Aristoteles(384-322 BC) dipakai untuk menunjukan filsafat moral. Berdasarkan asal – usul kata tersebut Etika berarti Ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan.
PRINSIP-PRINSIP ETIKA
Seluruh gagasan atau ide dapat diringkas menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu sebagai berikut :
1.       Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.
2.      Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.
3.         Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.
4.         Prinsip Keadilan
Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.
5.         Prinsip Kebebasan
Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan individu disini diartikan sebagai:
  • kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan
  • kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksana-kan pilihannya    tersebut
  • kemampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
6.         Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.
Semua prinsip yang telah diuraikan itu merupakan prasyarat dasar dalam pengembangan nilai-nilai etika atau kode etik dalam hubungan antarindividu, individu dengan masyarakat, dengan pemerintah, dan sebagainya. Etika yang disusun sebagai aturan hukum yang akan mengatur kehidupan manusia, masyarakat, organisasi, instansi pemerintah, dan pegawai harus benar-benar dapat menjamin terciptanya keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran bagi setiap orang.
Prinsip etika akuntan atau kode etik akuntan itu meliputi delapan butir pernyataan (IAI, 1998, dalam Ludigdo, 2007). Kedelapan butir pernyataan tersebut merupakan hal-hal yang seharusnya dimiliki oleh seorang akuntan, yaitu :
1.      Tanggung jawab profesi :
Jadi seorang akuntan harusnya tuh dalam menjalankan tanggung jawabnya harus professional dengan memikirkan dan mempertimbangkan moral di setiap kegiatannya.
2.      Kepentingan publik :
Karena seorang akuntan itu termasuk anggota IAI, jadi seharusnya memberikan pelayanan kepada publik, menghormati kepentingan publik artinya ga boleh memanipulasi setiap data atau menutupi kecurangan atau kebenaran yang terjadi, dan menunjukkan komitmen proffesional dalam setiap tindakannya. 
3.      Integritas : 
Akuntan sebagai seorang profesional, dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya tersebut dengan menjaga integritasnya setinggi mungkin.
4.      Obyektifitas : 
Maksudnya tuh seorang akuntan tidak boleh berpihak kepada perorangan, jadi harus sesuai dengan kebenaran yang sesuai dan bebas dari benturan kepentingan pribadi.
5.      Kompetensi dan kehati-hatian profesional : 
Jadi akuntan dituntut harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan penuh kehati-hatian, kompetensi, dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesionalnya pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten.
6.      Kerahasiaan : 
Akuntan harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. Artinya walaupun ada pihak lain yang ikut campur dan mau tahu tentang data klien ga boleh seenaknya memberikan begitu saja,harus melalui persetujuan klien dan prosedur atau persyarakatan yang berlaku oke.
7.      Perilaku profesional :
Akuntan sebagai seorang profesional dituntut untuk berperilaku konsisten selaras atau yang kita kenal tidak berubah-berubah dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat menurunkan atau menjatuhkan profesionalismenya.
8.      Standar teknis :
Akuntan dalam menjalankan tugas profesionalnya harus mengacu dan mematuhi standar teknis dan standar profesional yang relevan, maksudnya tuh harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada saat itu juga. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, akuntan mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektifitas.

Sehingga ada 2 prinsip etika, yaitu:

1.         Relativisme Etika
adalah pandangan bahwa tidak ada prinsip moral yang benar secara menyeluruh, kebenaran semua prinsip moral bersifat relatif terhadap budaya atau pilihan individu.
2.         Absolutisme Etika
adalah paham etika yang menekankan bahwa prinsip moral itu universal, berlaku untuk siapa saja dan dimana saja.

BASIS TEORI ETIKA
  1. a.      Etika Teleologi
Dari kata Yunani,  telos = tujuan, mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Dua aliran etika teleologi :
1.     Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya.
Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
2.     Utilitarianisme
Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar. Utilitarianisme menyatakan bahwa suatu tindakan dianggap baik bila tindakan ini meningkatkan derajat manusia. Penekanan dalam utilitarianisme bukan pada memaksimalkan derajat pribadi, tetapi memaksimalkan derajat masyarakat secara keseluruhan.
Analisis Biaya Keuntungan (Cost Benefit Analysis) pada dasarnya tipe analisis ini hanyalah satu penerapan utilitarianisme. Dalam analisis biaya keuntungan, biaya suatu proyek dinilai, demikian juga keuntungannya. Hanya proyek-proyek yang perbandingan keuntungan terhadap biayanya paling tinggi saja yang akan diwujudkan.
  1. b.      Deontologi dan Teori Hak
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. “Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk”, deontologi menjawab : “karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang”. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
Etika kewajiban (duty ethics) menyatakan bahwa ada tugas-tugas yang harus dilakukan tanpa mempedulikan apakah tindakan ini adalah tindakan terbaik. Sedangkan, etika hak (right-ethics) menekankan bahwa kita semua mempunyai hak moral, dan semua tindakan yang melanggar hak ini tidak dapat diterima secara etika. Etika kewajiban dan etika hak sebenarnya hanyalah dua sisi yang berbeda dari satu mata uang yang sama. Kedua teori ini mencapai akhir yang sama; individu harus dihormati, dan tindakan dianggap etis bila tindakan itu mempertahankan rasa hormat kita kepada orang lain. Kelemahan dari teori ini adalah terlalu bersifat individu, hak dan kewajiban bersifat individu. Dalam penerapannya sering terjadi bentrok antara hak seseorang dengan orang lain.
  1. c.       Teori Keutamaan (Virtue)
Pada dasarnya, etika moralitas berwacana untuk menentukan kita sebaiknya menjadi orang seperti apa. Dalam etika moralitas, suatu tindakan dianggap benar jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang baik (bermoral) dan dianggap salah jika tindakan itu mendukung perilaku karakter yang buruk (tidak bermoral). Etika moral lebih bersifat pribadi, namum moral pribadi akan berkaitan erat dengan moral bisnis. Jika perilaku seseorang dalam kehidupan pribadinya bermoral, maka perilakunya dalam kehidupan bisnis juga akan bermoral.
Memandang  sikap atau akhlak seseorang tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya.
Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
a.    Kebijaksanaan
b.    Keadilan
c.    Suka bekerja keras
d.    Hidup yang baik

EGOISM
Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya adalah “egois”. Lawan dari egoisme adalah altruisme.
Terdapat dua konsep yang berhubungan dengan egoisme. Pertama, egoisme psikologis, adalah suatu teori yang menjelaskan bahwa semua tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan berkutat diri (self-servis). Menurut teori ini, orang boleh saja yakin ada tindakan mereka yang bersifat luhur dan suka berkorban, namun semua tindakan yang terkesan luhur dan/ atau tindakan yang suka berkorban tersebut hanyalah sebuah ilusi. Pada kenyataannya, setiap orang hanya peduli pada dirinya sendiri. Menurut teori ini, tidak ada tindakan yang sesungguhnya bersifat altruisme, yaitu suatu tindakan yang peduli pada orang lain atau mengutamakan kepentingan orang lain dengan mengorbankan kepentingan dirinya. Kedua, egoisme etis, adalah tindakan yang dilandasi oleh kepentingan diri sendiri (self-interest).
Hal ini berkaitan erat dengan narsisme, atau “mencintai diri sendiri,” dan kecenderungan mungkin untuk berbicara atau menulis tentang diri sendiri dengan rasa sombong dan panjang lebar. Egoisme dapat hidup berdampingan dengan kepentingannya sendiri, bahkan pada saat penolakan orang lain. Sombong adalah sifat yang menggambarkan karakter seseorang yang bertindak untuk memperoleh nilai dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang ia memberikan kepada orang lain. Egoisme sering dilakukan dengan memanfaatkan altruisme, irasionalitas dan kebodohan orang lain, serta memanfaatkan kekuatan diri sendiri dan  atau kecerdikan untuk menipu.

Jumat, 13 September 2013

Tips memakai hijab sesuai dengan bentuk wajah

Fungsi kerudung tidak hanya untuk menutup aurat saja, tetapi juga untuk memperindah kaum hawa. Kadang-kadang kaum hawa bingung untuk menyesuaikan  gaya model apa yang pantas untuk wajah mereka.  Tetapi jangan takut  berikut ini adalah tips buat anda yang bingung memilih jilbab dikarenakan selalu kelihatan lucu bila memakainya. Tips ini berdasarkan bentuk wajah anda, namun untuk urusan warna dan gayanya terserah selera anda
  • Memilih Jilbab Untuk Wajah Bulat
Pemilik wajah bulat harus cermat dan tepat memilih jenis jilbab yang akan dikenakan, karena jika salah pilih jilbab jadinya wajah anda akan terlihat kembung dan gemuk. Untuk anda yang memiliki wajah bulat, siasati jilbab dengan undercaps (topi) yang mudah ditemukan di pasaran biasanya jilbab instan / langsungan sudah dilengkapi topi. Ekor kuda rambut anda jika panjang, kemudian gunakan undercaps, jangan dicepol atau dikonde karena akan memberikan kesan kepala anda bulat. Ikat jilbab, kemudian di bagian pipi bisa ditarik sampai separuh bagian pipi tertutup. Pastikan juga anda kerasa nyaman dan tidak sesak. Berikutnya anda bisa memasukkan sisa jilbab atau menghiasnya dengan bros. Rekomendasi pemakai jilbab bagi yang berwajah bulat adalah : jilbab langsung atau instan atau bisa diganti dengan memakai dalama yang bertopi jika memakai jilbab segitiga atau jilbab panjang.
  • Bentuk Wajah Lonjong atau Panjang
Untuk anda yang berwajah lonjong atau panjang, Turkish style adalah yang paling pas dikenakan, karena akan memberikan kesan penuh dan lebih padat bagi wajah yang panjang. Anda boleh menggelung rambut anda agar bentuk kepala anda lebih bagus dan seimbang dengan wajah. Rekomendasi Jilbab : jilbab segitiga dengan dalaman (Ciput) bercepol / konde.
  • Bentuk Wajah Persegi
Untuk anda yang berwajah persegi sebaiknya gunakan jilbab rounded shape yang akan membingkai wajah menjadi lebih lembut dan menghilangkan garis-garis tajamnya. Hindari menggunakan warna-warna keras dan menyolok. Gunakan warna soft atau layer sehingga wajah terlihat lebih full. Rekomendasi Jilbab : Jilbab Paris atau jilbab segi empat dengan dalaman biasa tanpa cepol / konde
  • Bentuk Wajah Oval
Bagi anda yang berwajah oval, Anda bebas menggunakan berbagai macam style jilbab. Tinggal anda padukan saja mana yang pas dengan warna kulit dan baju anda.

Source: Jilbabku


Tips Berhijab

Menutupi bagian tubuh tertentu adalah kewajiban bagi para muslimah. Hijab adalah salah satu media yang bisa membantu para wanita untuk menutup aurat. Penggunaan hijab makin lama makin fashionable dan membuat pemakainya makin cantik. Meski demikian, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan para hijabers saat memakai jilbab.
  • Rambut Tidak Digulung. Banyak wanita berambut panjang yang enggan menggulung rambut saat memakai hijab. Padahal menggulung rambut dapat membuat hijab lebih rapi. Jika rambut dibiarkan terurai atau hanya diikat ekor kuda, ujung rambut seringkali mencuat atau menembus kain hijab. Tentunya pemandangan seperti itu tidak nyaman dilihat. Gulung rambut Anda dengan penggulung atau karet yang tidak terlalu ketat.
  • Ciput Tidak Menyerap Keringat Saat memakai hijab, kulit kepala lebih sulit bernapas, karena itu kulit kepala lebih mudah berkeringat. Anda memerlukan ciput atau dalaman hijab yang bisa menyerap keringat. Selain lebih terasa nyaman, rambut dan hijab tidak mudah bau karena keringat yang tidak diserap kain.
  • Ciput Terlalu Ketat. Saat membeli ciput, pastikan ukurannya pas, tidak terlalu longgar, tidak terlalu ketat. Ciput yang longgar bisa membuat rambut keluar, sedangkan ciput yang terlalu ketat akan membuat kepala pusing jika dipakai dalam waktu yang terlalu lama, tentu saja hal itu tidak nyaman. Selain itu, ciput yang terlalu ketat dapat menimbulkan ruam merah gatal pada garis ciput yang menyentuh kulit.
  • Tidak Merawat Rambut. Meskipun rambut Anda tertutup hijab, jangan lupa menjaga keindahan rambut. Selalu ganti ciput setiap hari. Keramas dua hari sekali atau sesuai aktivitas akan membuat rambut bersih dan wangi. Anda juga bisa melakukan perawatan seperti memakai masker atau hair spa yang akan menjaga keindahan rambut. Menjaga keindahan rambut adalah wujud rasa syukur, jadi selalu ingat untuk merawat rambut Anda, ladies!
 Resource: Vemale

Sabtu, 29 Juni 2013

“Sugianto stories kidney sellers to redeem certificate child”



Education so expensive in our beloved country, so many Indonesian children do not get the chance to get an education. the government should pay attention to the education of children from poor families who happen. so that they can get a decent education for their future to compete with other developed countries with diverse academic competence and other fields, with bringing the good name of Indonesia in the international arena.
In the case of this week is being widely heard Sugiyanto who intend to sell a kidney to obtain a pass certificate in the name of Shara Ayu Meylanda Ardianingtyas which is none other than his son who became santriwati in Pondok Al-Asiyyah Nurul Iman Parung, Bogor. At that time Sugiyanto need money amounting to Rp 17 million to take the diploma. He deplored school policy because there was no prior agreement that boarding schools charge fees, and can be considered as extortion.
Ayu graduated from junior high school level in 2008. Thus even with a high school degree. He graduated in 2011 plus devotion to alma mater until 2013. He even had time to get an education in college for two months at the cottage.
When pesantren leader died, the rules changed drastically. Then the policy was passed by the wives and children of the deceased head of the boarding school. very ironic when people who understand religion, but withhold the diploma students, how the future of ayu and other children who have the same case. Certainly unethical, and indirectly discredit the school in education.
Previously, Sugiyanto also visited the Ministry of Education and Culture, Ministry of Religious Affairs, and the National Commission on Human Rights, but his efforts were in vain. "They turn a blind eye to this case." When the poor seek justice to fight for their rights, but the government is indifferent.
What only the people who have wealth or power that can be easy to look for justice in this country? "Of course not, because as we know that the Indonesian state based on the principle of democracy. So every person has the right to express their aspirations.
Whatever the reason that is being faced by the foundation, diploma should still be given to students. This could be the basis for certain actions to be provided by the department of education, local government funds will be stopped and other sanctions.
This case must be addressed to prevent the same thing as the action taken Sugiyanto. This should be an evaluation for several parties involved in education and government to pay more attention to a better education system, a form of mutual cooperation teritegrasi well. Because the future of a country is in the hands of the future generation.


Kisah Sugianto Penjual Ginjal Demi Ijazah Anak

Telepon genggam Ayu, 19 tahun, nyaris tidak pernah berhenti berdering. Sudah tak terhitung berapa orang yang menanyakan kondisinya dan sang ayah. Mulai dari wartawan yang ingin memberitakan dirinya, orang yang sekadar ingin mengucapkan simpati, hingga orang yang mengaku ingin benar-benar menawar ginjal sang ayah.

 Tidak hanya itu, sedari pagi, Ayu mengaku sudah memenuhi undangan wawancara dua stasiun televisi swasta. Wartawan dari berbagai media pun tampak silih berganti mengunjungi rumahnya di Jalan Kebon 200, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Jangan bayangkan Ayu menerima wartawan di sebuah ruang tamu dengan meja dan kursi. Bangunan yang disebutnya rumah sebenarnya adalah sebuah kompleks ruko tempat ayahnya, Sugianto, 45 tahun, membuka lapak jahitan. Ukurannya sekitar 3 x 5 meter persegi. Sebagian ruangan tersebut kemudian disekat untuk kamar tidur. Ruangan itu terkesan lebih sempit sebab dipenuhi mesin jahit, benang jahit, dan beberapa pakaian, baik yang sudah ataupun belum sempat digarap oleh ayahnya.

Setelah aksinya dan sang ayah di Bundaran Hotel Indonesia pada Selasa lalu, 25 Juni 2013, Ayu dan ayahnya mendadak terkenal. Saat itu dia dan ayahnya nekat berorasi sambil membawa tulisan yang isinya sang ayah siap menjual ginjalnya demi menebus ijazah Ayu yang ditahan oleh pihak sekolah.

"Silakan masuk, Mas," sambutnya kepada wartawan, Kamis sore, 27 Juni 2013. Sugianto, yang saat itu sedang menggarap baju salah satu pelanggannya, menghentikan sejenak pekerjaannya.

Sambil sesekali menerima telepon, wanita yang bernama panjang Shara Meylanda Ayu Ardianingtyas ini menceritakan awal mula kejadian sehingga ayahnya nekat menjual ginjal demi ijazah Ayu.

Ayu mengaku mulai masuk Pondok Al-Asiyyah Nurul Iman, Parung, Bogor, sejak tahun 2005. Saat itu dia baru saja lulus sekolah dasar. "Saya masuk ke sana gratis, semua biaya ditanggung pondok,” ujarnya.

Awalnya, semua berjalan normal. Ayu menamatkan jenjang sekolah menengah pertama pada tahun 2008. Pun demikian dengan jenjang sekolah lanjutan. Dia lulus pada tahun 2011 ditambah pengabdian kepada almamater sampai tahun 2013. Dia bahkan sempat mengenyam bangku kuliah selama dua bulan di pondok tersebut.

Namun Ayu menuturkan bahwa semua mulai berubah pada awal Januari lalu. Pada saat itu, terjadi insiden kekerasan. Hal itu dipicu permasalahan internal. Yang membuat dirinya dan teman-temannya takut, kejadian tersebut terjadi di depan mata para santri. Sejak itu kondisi pondok menjadi mencekam.

Lantaran takut, para santri banyak yang berniat meninggalkan pondok. "Tapi kami tidak boleh, justru kami disuruh membayar ijazah SMP sebesar Rp 7 juta dan ijazah SMA Rp 10 juta," katanya. Alasan pihak pondok, para santri harus menyelesaikan jenjang S-1 dulu baru boleh keluar. Namun, menurut Ayu, peraturan tersebut tidak pernah ada sebelumnya.

Tidak hanya itu, pihak pondok, lanjut Ayu, juga meminta uang pengganti selama Ayu berada di sana. "Mereka mintanya Rp 20 ribu per hari, saya di sana sekitar enam tahun," kata Ayu dengan nada kesal.

Merasa semakin tertekan. Ayu dan beberapa rekannya kemudian memilih kabur dari tempat mereka menuntut ilmu. Kejadian tersebut lalu disampaikannya kepada sang ayah, Sugianto. Tentu saja uang sebanyak itu bukan jumlah yang sedikit bagi Sugianto, yang sehari-hari hanya berpenghasilan tak lebih dari Rp 70 ribu. Apalagi, sejak 12 tahun lalu, Sugianto harus menafkahi dua anaknya sendiri. Istrinya, Ningsih, meninggal saat Ayu masih berusia 5 tahun.

Mereka kemudian mendatangi pondok sampai empat kali. Namun pihak pondok berkeras tetap menahan ijazah Ayu.

Sugianto lalu mengadukan permasalahannya ke berbagai pihak. "Saya ke Komnas HAM sudah, Kemenag juga sudah, dan beberapa instansi lain," ujar Sugianto. Namun jawaban yang didapat Sugianto hanya saran untuk menunggu.

Mulai kehabisan akal, Sugianto akhirnya memilih turun ke jalan. Aksi yang dilakukan Sugianto pun tidak main-main. Dia melakukan orasi dengan membawa tulisan yang intinya dia siap menjual ginjal demi ijazah anaknya. Ginjalnya pun hanya dibanderol seharga ijazah anaknya. "Saya tidak ada niatan mencari sensasi. Kalau memang ada yang menawar seharga itu akan saya berikan asal ijazah Ayu bisa diambil, “katanya.

Sugianto mengaku sadar atas risiko yang akan diterimanya jika ginjalnya benar-benar laku. "Saya rela, kalaupun kesehatan saya menurun juga tidak masalah, “tuturnya.

Aksi pertamanya di RSCM tidak membuahkan hasil, hingga kemudian dia berpindah ke Bundaran Hotel Indonesia. Aksi Sugianto akhirnya mendapat perhatian dari banyak pihak. Berbagai media sontak memberitakan aksinya.

Beberapa orang yang bersimpati pun menawarkan bantuan. Tak hanya bantuan, Sugianto mengaku sudah mendapat telepon dari beberapa orang yang serius menawar ginjalnya.

Sugianto mengaku siap melepas ginjalnya dengan ketentuan yang berlaku. Dia tetap berharap ijazah anaknya bisa diambil. Sebab, menurut dia, masa depan anaknya sangat penting.

Menurut Sugianto, ijazah merupakan salah satu hak anaknya yang tidak bisa begitu saja direnggut. "Sampai kapan pun saya akan tetap mencari keadilan untuk anak saya."

Source: Tempo