Minggu, 30 Maret 2014

Komparasi Pelaporan Keuangan Akuntansi (Tiga Bursa Efek di Tiga Negara)


1.      New York Stock Exchange (NYSE)
A.    Ketentuan pelaporan keuangan emiten di New York Stock Exchange (NYSE)
Bursa Efek New York (NYSE sering disebut sebagai) adalah salat Satu bursa terbesarnya di dunia. Bursa ini terletak di Wall Street, Lower Manhattan, New York City, amerika Serikat.
Lantai perdagangan NYSE terletak di 11 Wall Street dan terdiri bahasa dari empat ruangan  Yang digunakan untuk fasilitasi perdagangan.
Sebuah lantai kelima perdagangan, terletak di 30 Broad Street, ditutup pada Februari 2007. Bangunan Utama, terletak di 18 Broad Street , antara sudut - sudut Wall Street Dan Exchange Place, ditetapkan sebagai National Historic Landmark pada tahun 1978 Sekitar 2,308 perusahaan mencatatkan sahamnya di NYSE . Daftar Harga ditempatkan dan disetor di NYSE mencapai AS $ 14,242 triliun, dalam kapitalisasi Pasar global hingga Desember 2011.
          Sistem yang dianut Amerika Serikat tidak memiliki persyaratan legal untuk publikasi mengenai laporan audit periodik keuangan. Setiap negara bagian memiliki peraturan dasar perusahaan tersendiri; secara umum, peraturan tersebut mengandung persyaratan minimal untuk menjaga catatan akuntansi serta publikasi periodik laporan keuangan. FASB menjalani proses prosedur yang panjang sebelum mengeluarkan SFAS. Dalam rangka mengembangkan agenda kerja, mereka mendengarkan saran dari dewan untuk membantu mengidentifikasi permasalahan akuntansi yang membutuhkan perhatian.

B.     Laporan Keuangan Akuntansi
 Tipe laporan keuangan tahunan pada perusahaan besar di AS memiliki bebrapa komponen di bawah ini:
1.      Laporan manajemen
2.      Laporan auditor independen
3.       Laporan keuangan primer (laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laba rugi komprehensif, perubahan ekuitas pemegang saham)
4.         Diskusi manajemen dan analisis hasil operasional dan kondisi keuangan
5.      Penjelasan mengenai kebijakan akuntansi dengan dampak yang paling kritis pada laporan keuangan
6.       Catatan atas laporan keuangan
7.       Perbandingan data keuangan selam lima atau sepuluh tahun
8.      Data triwulan terpilih

2.      London Stock Exchange (LSE)
A.    Ketentuan pelaporan keuangan emiten di London Stock Exchange (LSE)
Bursa Saham London adalah sebuah bursa saham yang terletak di London. Didirikan pada 1801, bursa ini merupakan salah satu bursa saham terbesar di dunia,dengan banyak pencatatan saham dari luar negeri dan juga perusahaan Britania Raya. Pada Juli 2004 Bursa Saham London pindah dari Threadneedle Street ke Paternoster Square, dekat dengan Katedral St. Paul, dan masih dalam “Square Mile” (sebutan untuk wilayah City of London). Resmi dibuka oleh Ratu Elizabeth II.
pada 27 Juli 2004. Ketentuan Pelaporan Keuangan sumber utama standar akuntansi keuangan di Inggris adalah UU perusahaan dan profesi akuntansi. Standar akuntansi disahkan oleh CCAB yang kemudian diubah menjadi ASC, yang mengikat 6 badan akuntansi di Inggris, yang bertugas mengumumkan SSAPs. Pelaporan keuangan negara ini yang paling komprehensif di dunia. Laporan keuangan nya meliputi: laporan direktur, lap. laba/ rugi, neraca, laporan arus kas, laporan total keuntungan dan kerugian yang diakui, catatan dan laporan audit.
B.     Laporan Keuangan Akuntansi
a)      Metode akuisisi dan merger  (pooling of interest) diperbolehkan dalam penggabungan
b)      Asset dapat dinilai dengan biaya historis, nilai wajar maupun campuran keduanya.
c)      Leases dikapitalisasi, dan kewajiban lease dibukukan sebagai hutang.
d)     Persediaan dinilai sebesar yang lebih rendah antara harga pokok dengan FIFO atauaverage. Metode LIFO dilarang di Inggris.
e)      Mulai Januari 2005, semua perusahaan Inggris boleh menggunakan IFRS sebagai pengganti UK GAAP.

3. Tokyo Stock Exchange (TSE)
A.    Ketentuan pelaporan keuangan emiten di Tokyo Stock Exchange (TSE)
Bursa Saham Tokyo (Tokyo Stock Exchange, 'TSE') adalah bursa ditempatkan dan disetor Yang terletak di Tokyo, jepang. Didirikan 15 Mei 1878, Dan perdagangan dimulai di sana PADA 1 Juni PADA Tahun Yang sama. Bursa Suami ditutup selama Perang Dunia II, Penghasilan kena pengorganisasian book value, perdagangan dilanjutkan PADA 16 Mei 1949. PADA 18 Januari 2006, akibat dugaan penggelapan uang di internet perusahaan Besar Bernama Livedoor, terjadi Penjualan bersih ditempatkan dan disetor Besar-besaran Yang mengakibatkan TSE untuk pertama kalinya ditutup lebih Overdue karena volume perdagangan pada aceh nihil telah mencapai JUMLAH Yang hampir melampaui kapasitas sistem komputer di TSE sebesar 4 , 5 juta per perdagangan aceh.
Pembukuan dan laporan keuangan Jepang menggambarkan adanya percampuran dari pengaruh domestik dan internasional. Dua agensi pemerintahan yang terpisah memiliki tanggung jawab regulasi akuntansi, dan terdapat pengaruh yang lebih jauh lagi dari undang-undang pajak penghasilan perusahaan Jepang. Bentuk bisnis keiretsu telah ditransformasikan saat Jepang alih perbaikan struktural untuk menggerakkan stagnasi ekonomi yang dimulai pada tahun 1990-an.

B.     Laporan Keuangan Akuntansi
            Perusahaan yang bergabung di bawah undang-undang perusahaan dibutuhkan untuk mempersiapkan laporan yang berwenang untuk disetujui pada saat rapat para pemegang saham, yang isinya antara lain:
1.      Neraca
2.      Laporan laba rugi
3.      Laporan atas perubahan ekuitas pemegang saham
4.      Laporan bisnis
5.      Jadwal terkait

Komparasi Laporan Keuangan
1.      Amerika Serikat
Kesatuan bisnis akan terus berlangsung jika terus diperhatikan. Dasar perhitungan akrual cukup meresap, serta peraturan transaksi dan pengenalan event sangat bergantung pada konsep yang cocok. Amerika Serikat bergantung pada harga perolehan untuk menilai asset berwujud dan aset tidak berwujud. Penyesuaian  nilai mata uang hanya diperbolehkan setelah ada penggabungan bisnis.
2.      Inggris
Inggris memperbolehkan adanya metode akuisisi dan penggabungan untuk kombinasi bisnis. Aset-aset bisa dihitung pada harga perolehan, baiay sekarang atau menggunakan gabungan keduanya. pinjaman yang menggantikan risiko dan penghargaan kepemilikan kepada penyewa dikapitalisasi dan kewajiban sewa ditunjukkan sebagai utang. Semua perusahaan Inggris diizinkan untuk menggunakan IFRS alih-alih GAAP inggris yang baru saja dijelaskan.
3.      Jepang
Undang-undang perusahaan membutuhkan perusahaan besar untuk mempersiapkan laporan keuangan gabungan. Akun perusahaan pribadi merupakan dasar bagi laporan gabungan, dan prinsip akuntansi yang sama normalnya digunakan pada kedua tingkatan. Banyak praktik akuntansi mendeskripsikan bahwa hal tersebut diimplementasikan pada beberap tahun terakhir sebagai hasil dari akuntansi Big Bang.





Rabu, 04 Desember 2013

Penggunaan analisis swot dalam audit



A.   Pengertian SWOT
Analisis SWOT secara sederhana mudah dipahami sebagai pengujian terhadap kekuatan dan kelemahan internal sebuah organisasi, serta kesempatan dan ancaman lingkungan eksternalnya. Jika hal ini digunakan dengan benar, maka dimungkinkan bagi suatu perusahaan untuk mendapatkan sebuah gambaran menyeluruh mengenai situasi perusahaan itu dalam hubungannya dengan masyarakat, lembaga-lembaga yang lain.
Sedangkan pemahaman mengenai faktor-faktor eksternal, (terdiri atas ancaman dan kesempatan), yang digabungkan dengan suatu pengujian mengenai kekuatan dan kelemahan akan membantu dalam mengembangkan sebuah visi tentang masa depan.
Prakiraan seperti ini diterapkan dengan mulai membuat program yang kompeten atau mengganti program-program yang tidak relevan dengan program yang lebih inovatif dan relevan
Analisa SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisa ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats).
Menurut Johnson (1989) dan Bartol (1991), SWOT adalah perangkat umum yang didesain dan digunakan sebagai langkah awal dalam proses pembuatan keputusan dan sebagai perencanaan strategis dalam berbagai terapan.

1.        Strenghts (S)
Mencerminkan kekuatan yang dimiliki oleh media. Dalam kasus SINDO tetap eksis dengan banyaknya persaingan media yang juga berkualitas. Inilah yang dimiliki SINDO yang memiliki segmen pasar sendiri. Kekuatan lainnya adalah adanya dukungan dari masyarakat dan pemerintah yang  loyal.
Begitu juga dengan media yang lain, kekuatan yang paling mencolok adalah kekuatan nilai berita yang berbeda dan mempunyai segmen pasar tersendiri pula. Selain itu, media tersebut juga telah memiliki jaringan dan infrastruktur yang luas mencakup segenap wilayah tanah air sehingga memudahkan untuk melakukan ekspansi dan penetrasi pasar.

2.       Weaknesses (W)
Mencerminkan kelemahan yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Dalam kasus media SINDO kelemahan yang dimiliki adalah nilai dari beritanya. Begitu pula dengan media yang lainnya, juga memiliki kelemahan baik itu kelemahaan dari strategi pemasaran maupun  dari  system. Hal ini boleh jadi merupakan titik lemah ketika selera masyarakat baik itu masyarakat menengah kebawah maupun menengah keatas.

3.        Opportunities (O)
Mencerminkan peluang yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Dalam kasus media,  peluang yang mereka miliki adalah jumlah penduduk di seluruh wilayah Indonesia yang sangat besar dan ini merupakan pasar yang potensial untuk pemasaran media.
Dalam kasus Koran SINDO, karena ini adalah media  baru maka peluang yang  dimiliki adalah kebutuhan masyarakat yang membutuhkan informasi yang kritis dan informasi yang sesuai dengan faktanya. Dan permintaan masyarakat yang tinggi akan produk yang berkualiatas.
4.     Threats (T)
Mencerminkan ancaman potensial yang dihadapi oleh suatu perusahaan. Dalam kasus media, pada dasarnya semua perusahaan baik itu perusahaan besar maupun perusahaan kecil memiliki ancaman. ancaman yang paling potensial bagi media pada umumnya adalah apabila system pemerintah yang berubah-ubah, bagaimana jika fungsi media dikembalikan kembali pada masa pemerintahan yang otoriter. Pembatasan iklan pada media tentu akan sangat berdampak negatif pada perusahaan dan pemasaran media. Selain itu, ancaman lainnya adalah kurangnya minat masyarakat dalam membaca akan manfaat yang akan didapat.

B. Analisis SWOT
Secara umum, analisis SWOT pada tiap media massa dapat dilakukan, seperti yang diterangkan dibawah ini:

a. Strengths (Kekuatan / Kelebihan)
Ø  Tersedianya dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ø  Tersedianya undang-undang pers.
Ø  Tersedianya fasilitas sarana dan prasarana media massa.
Ø  Adanya promosi yang dapat dilakukan.

b. Weaknesses (Kelemahan/Kekurangan)
Ø  Pelayanan terhadap masyarakat.
Ø  Mutu/ kualitas sebagian Sumber Daya Manusia (SDM).
Ø  Belum optimalnya fungsi pers.
Ø  Kurangnya kepedulian pihak swasta terhadap pers.

c. Opportunities (Peluang /Kesempatan)
Ø  Adanya partisipasi dan dukungan masyarakat.
Ø   Adanya dukungan pemerintah.
Ø  Adanya dunia usaha/industri yang bersedia bekerjasama.
Ø  Kebutuhan masyarakat terhadap informasi.

d. Threats ( Ancaman)
Ø  Perilaku dan budaya masyarakat yang kurang mendukung kerja media.
Ø  Masih adanya krisis ekonomi yang melemahkan kemampuan masyarakat secara finanasial.
Ø  Belum mempunyai dukungan dari pemerintahan  yang otoriter
Ø  Image sebagian Masyarakat bahwa media tidak menjanjikan masa depan yang lebih baik.

Analisis SWOT merupakan salah satu analisis pilihan (strategic choice) yang sudah sangat populer. Dalam bahasan ini, analisis SWOT akan digunakan sebagai instrument analisis yang dapat memkaiinstrumen lain yang lebih sesuai atau memadai dengan lokus-lokus yang telah di tentukan dalam simulasi.
Uji kekuatan dan kelemahan pada dasarnya merupakan audit internal tentang seberapa efektif performa institusi. Sementara peluang dan ancaman berkonsentrasi pada konteks eksternal atau lingkungan tempat sebuah institusi beroperasi.
Analisa SWOT bertujuan untuk menemukan aspek-aspek penting dari hal-hal tersebut di atas: kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Tujuan pengujian ini adalah untuk memaksimalkan kekuatan, meminimalkan kelemahan, mereduksi ancaman dan membangun peluang.
Aktivitas SWOT dapat diperkuat dengan menjamin analisa tersebut berfokus pada kebutuhan pelanggan dan konteks kompetitif tempat  beroperasi. Ini adalah dua variable kunci dalam membangun atau mengembangkan strategi jangka panjang institusi. Strategi ini harus dikembangkan dengan berbagai metode yang dapat memungkinkan institusi mampu mempertahankan diri dalam menghadapi kompetisi serta mampu memaksimalkan daya tariknya bagi para pelanggan.
Jika pengujian tersebut dipadukan dengan pengaduan visi dan nilai, maka akan ditemukan sebuah identitas yang berbeda dari para pesaingnya. Begitu sebuah identitas disitingtif mampu dikembangkan dalam sebuah perusahaan, maka karakteristik mutu dalam perusahaan tersebut akan menjadi lebih mudah diidentifikasi. Kemudian perlu adanya suatu strategi yang dapat meningkatkan kualitas, penjualan, ataupun tingkat kepercayaan masyarakat.
Strategi pada hakekatnya adalah perencanakan (planning) dan manejemen (management) untuk mencapai suatu tujuan. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, tetapi harus menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya.
Tidak ada strategi yang terbaik bagi suatu perusahaan sebab setiap perusahaan harus menyusun strategi menurut kompetensi inti yang dipunyai untuk mencapai tujuan. Bahkan dalam suatu perusahaan, strategi yang berbeda dibutuhkan untuk perusahaan yang dimiliki agar unggul dalam persaingan. Menurut Kotler dan Amstrong (1996) ada tiga strategi bersaing untuk menang adalah :
a.         Kepemimpinan biaya rendah
Disini perusahaan bekerja keras untuk mencapai biaya produksi terendah untuk sehingga dapat menetapkan harga lebih rendah ketimbang pesaingnya dan berhasil merebut pangsa pasar yang lebih besar dari pesaingnya.
b.         Diferensiasi
Disini perusahaan memusatkan perhatian pada penciptakan line product dan program pemasaran berbeda sehingga akhirnya muncul sebagian pemimpin pasar.
c.          Fokus
Disini perusahaan memusatkan perhatiannya pada usaha melayani beberapa segmen pasar yang baik dan bukan mengejar seluruh pasar.
Perusahaan yang melakukan dengan baik salah satu strategi diatas  kemungkinan akan memperoleh kinerja yang baik. Dan strategi yang lain yang dapat dilakukan juga dapat dengan strategi-strategi SWOT :
-            Strategi SO
Strategi ini dibuat berdasarkan lembaga, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
-            Strategi ST
Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman.
-            Strategi WO
Strategi diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
-            Strategi WT
Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defisit dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. Tidak ada satu cara terbaik untuk melakukan analisa SWOT. Yang paling utama adalah membawa berbagai macam pandangan/perspektif bersama-sama sehingga akan terlihat keterkaitan baru dan implikasi dari hubungan tersebut.


























Gambar Psikologi (Gelombang)


Gambar Psikologi (Angka 1)


Gambar Psikologi (Ovale)